Strategi Usaha
Dalam menjalankan kegiatan operasional dan untuk terus
meningkatkan posisi perusahaan yang demikian baiknya, perusahaan ini memiliki
strategi usaha yaitu:
1.
Memperkuat permodalan sehingga memiliki bargaining
power dalam pembelian bahan baku.
2.
Melakukan diversifikasi pelanggan agar tidak
bergantung terhadap satu pelanggan.
3.
Menunjuk perwakilan di Jepang dan Malaysia untuk
memperluas jaringan usaha.
Prospek Usaha
Prospek usaha ini akan semakin maju dengan peralatan yang
canggih. Masyarakat dunia yang menggunakan teknologi industri sparepart mobil
roda empat ini akan terus bertambah. Teknologi industri sparepart mobil
ini telah masuk kedalam kehidupan manusia modern yang telah memanjakan
konsumennya dimulai dari peralatan sparepart mobil roda empat yang harus rutin
diganti iyalah, busi, oli mesin & filter oil, aki, filter ac, kampas
compling dan kampas rem, lampu, bumper mobil, dan yang terakhir ban
mobil. Bahkan hal ini tentu saja memperluas prospek perkembangan yang
besar bagi perusahan khususnya dibagian
teknologi industri sparepat mobil roda empat.
Kecanggihan teknologi telah menjanjikan pertumbuhan yang
signifikan bagi perusahaan yang bergerak di bidang Industri sparepart mobil
roda empat yang terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan dunia akan teknologi
yang semakin hari semakin bertambah canggih.
Prospek Perusahaan
1.
Bisnis lebih terintegrasi
Peluang bisnis tercipta lebih luas dan besar dengan
fasilitas pabrik yang memadai.
Perusahaan selalu mengikuti trend teknologi terkini
dengan melakukan regenerasi mesin dan proses sehingga tercipta kegiatan
operasional yang semakin efisien dan efektif.
Pangsa pasar lebih luas dan time delivery lebih
efisien sehingga dapat menekan biaya menjadi lebih murah.
a. Produk
Perusahaan memfokuskan diri pada
industri sparepart mobil. Saat ini perusahaan telah menghasilkan berbagai macam
produk diantaranya:
Kategori produk (Vibration Mobil,
orisinal, non pabrikan atau aftermarket, dan kw)
Perusahaan belum pernah
mengalami keluhan atau complain dari para pelanggannya.
Perusahan juga memiliki zero defect future. Karena sejak dulu
perusahaan telah melakukan langkah-langkah kerja seperti :
Menerapkan kebijakan yaitu “Quality Creates Future”.
Perusahaan telah memiliki standar kualitas terhadap
produk yang telah dihasilkan dimana produk tersebut harus melalui beberapa
tahapan Quality Control.
b. Pemasaran
dan Distribusi
Proses Pemasaran
Tahap 1
-
Marketing
Perusahaan mencari pelanggan dengan mengikuti berbagai
seminar atau eksbisi untuk mempromosikan profil perusahaan. Jika ada yang
berminat maka calon pelanggan akan mengunjungi perusahaan dan akan diberi
kesempatan untuk membuat penawaran harga.
Tahap 2
-
Agreement (NDA-Non Disclosure
Agreement)
Bila terjadi kesepakatan di tahap pertama, maka sebelum
dokumen diberikan kepada calon pelanggan, perusahaan harus menandatangani NDA,
kemudia semua sampel dan dokumen terkait akan diberikan untuk menafsirkan harga
penawaran dari perusahaan.
Tahap 3
-
Negosiasi
Setelah menerima penawaran harga, pelanggan akan
menegosiasikan harga dan diskusi lebih detail tentang cara transfer
proyek, tooling, equipment, bahan baku, transportasi,
cara pembayaran, dan lainnya yang akan dimuat didalam kontrak bisnis.
Tahap 4
-
Jadwal Pre-production
Pengaturan waktu transfer dan line set up untuk
melakukan pre-produksi yang akan dibawa untuk pengetesan ke pelanggan.
Tahap 5
-
Jadwal Mass-production
Selanjutnya adalah proses produksi massal dengan melewati
segala bentuk prosedur quality control yang telah dietetapkan.
Tahap 6
-
Pengiriman (shipment)
Setelah produksi selesai maka produk tersebut akan
dikirim ke negara masing-masing pelanggan sesuai dengan tempat yang diinginkan.
Tahap 7
-
Penagihan (invoicing)
Bagian akuntansi perusahaan akan melakukan penagihan
sesuai harga yang telah disetujui sebelumnya.



